Lakeybanget.com – Aktris senior Christine Hakim mengungkapkan perasaan mendalam saat memerankan sosok Ibu Wibisana dalam film “Laut Bercerita”, adaptasi dari novel karya Leila S. Chudori. Ia bahkan tak kuasa menahan tangis ketika mengenang proses pendalaman karakter tersebut.
Dalam konferensi pers peluncuran teaser perdana film yang digelar di Jakarta, Selasa, Christine mengaku peran sebagai ibu yang kehilangan anak menjadi pengalaman emosional yang sangat berat.
“Pasti berat bagi seorang ibu,” ujarnya dengan nada bergetar.
Menurut aktris berusia 69 tahun itu, kisah dalam film tersebut begitu menyayat karena menggambarkan kehilangan yang masih menyisakan harapan. “Dan yang lebih berat lagi, kehilangan itu masih menyisakan harapan, berharap anaknya kembali,” tuturnya.
Christine juga menyinggung kondisi sosial masa kini yang menurutnya memprihatinkan. Ia menilai derasnya arus informasi tidak selalu diiringi dengan penguatan nilai kemanusiaan.
“Fenomena sekarang ini kita mendapatkan informasi lebih banyak tapi sekalipun juga menakutkan. Nyawa manusia menjadi tidak ada artinya, sangat mudah sekali kita mengambil hak yang sebetulnya adalah hak prerogatif Tuhan,” katanya.
Dalam film tersebut, Christine berperan sebagai ibu dari Biru Laut yang diperankan Reza Rahadian, serta ibu dari Asmara yang dimainkan Yunita Siregar. Ia dipasangkan dengan Arswendy Bening Swara sebagai suami, menggambarkan pasangan orang tua yang kehilangan putra mereka, Laut, namun tetap setia menanti kepulangannya.
“Laut Bercerita” merupakan film drama yang mengangkat latar sejarah Indonesia pada era 1990-an, mengisahkan perjuangan, persahabatan, serta ketidakpastian nasib para aktivis kala itu.
Selain Christine dan Reza, film ini turut dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama, di antaranya Eva Celia, Dian Sastrowardoyo, Kevin Julio, serta aktor muda lainnya.
Film produksi Pal8 Pictures ini dijadwalkan tayang pada tahun ini dan diharapkan mampu menghadirkan kembali refleksi mendalam tentang luka sejarah serta makna kemanusiaan bagi generasi masa kini.
