Lakeybanget.com – Celine Dion kembali ke panggung setelah bertahun-tahun berjuang melawan gangguan saraf langka Stiff Person Syndrome (SPS). Diva asal Kanada itu dijadwalkan menggelar konser tunggal di Plenitude Arena, Paris, Prancis, Sabtu (12/9/2026).
Konser tersebut menjadi penampilan penuh perdana Dion setelah menjalani masa pemulihan panjang. Selama hiatus, pelantun My Heart Will Go On itu menjalani terapi fisik dan vokal untuk mempersiapkan diri kembali tampil di hadapan penonton.
Rangkaian konser di Paris akan mencakup 26 pertunjukan, terdiri dari 16 jadwal sepanjang September hingga Oktober 2026 dan 10 pertunjukan tambahan pada Mei 2027. Rangkaian ini sekaligus menandai kembalinya Dion setelah sekitar enam tahun absen dari panggung tur dunia.
Namun, perjalanan menuju panggung tidak mudah.
Dion mengumumkan diagnosis SPS pada Desember 2022. Sejak saat itu, ia menjalani latihan fisik secara intensif, mulai dari balet dan pilates hingga terapi vokal beberapa kali dalam sepekan.
Gangguan tersebut bahkan pernah membuat Dion mengalami kejang otot ekstrem yang sangat menyakitkan. Kondisi itu disebut pernah menyebabkan tulang rusuknya retak dan membuat saluran pernapasannya terasa seperti tercekik.
Yang lebih mengejutkan, Dion mengaku telah merasakan gejala penyakit tersebut selama hampir dua dekade sebelum akhirnya terbuka kepada publik.
Dalam upaya mempertahankan penampilannya, ia bahkan pernah mengonsumsi Valium dalam dosis tinggi. Belakangan, Dion menyadari tindakan tersebut justru berpotensi membahayakan keselamatannya.
Serangkaian pembatalan konser pada 2021 hingga 2022 akhirnya membuat Dion menghentikan aktivitas panggung dan memusatkan perhatian pada pemulihan.
Namun, ia tidak pernah benar-benar menyerah untuk kembali bernyanyi.
“Saya akan kembali ke panggung, meskipun harus merangkak. Meskipun saya harus berbicara menggunakan isyarat tangan.”
Pernyataan itu disampaikan Dion dalam wawancara dengan NBC pada 2024. Tekadnya semakin kuat berkat dukungan ketiga putranya dari pernikahannya dengan mendiang produser musik René Angélil.
Semangat tersebut kembali terlihat ketika Dion tampil emosional membawakan Hymne à l’amour di Menara Eiffel dalam pembukaan Olimpiade Paris 2024.
Kini, Dion kembali menghadapi panggung dengan persiapan fisik dan vokal yang lebih matang. Di hadapan puluhan ribu penggemar, ia siap membuktikan bahwa perjuangan panjang melawan penyakit tidak mampu memadamkan suaranya.
