Kenapa Ada ‘Dr’ di Tiket Pesawat? Ini Fungsinya

Lakeybanget.com –  Pernah melihat tulisan “Dr” tercantum sebelum nama penumpang pada tiket atau boarding pass? Gelar tersebut ternyata dapat memiliki fungsi penting dalam penerbangan, terutama ketika terjadi keadaan darurat medis di dalam pesawat.

Dalam proses pemesanan tiket, penumpang umumnya diminta mencantumkan nama sesuai dokumen identitas dan memilih titel yang tersedia. Pada sejumlah maskapai, dokter termasuk profesi yang dapat mencantumkan titel tersebut dalam data reservasi.

Informasi itu dapat membantu awak kabin mengenali penumpang yang memiliki kompetensi medis jika ada penumpang lain yang sakit atau mengalami kondisi darurat selama penerbangan. Angkasa Pura I sebelumnya juga menjelaskan bahwa pencantuman titel dokter dapat memudahkan awak kabin mencari bantuan medis di dalam pesawat.

Penanganan kondisi medis di pesawat tidak semudah di rumah sakit. Ruang yang terbatas, peralatan medis yang tidak selengkap fasilitas kesehatan, serta posisi pesawat yang sedang berada di udara membuat setiap tindakan membutuhkan pertimbangan dan koordinasi.

Dalam kondisi tertentu, awak kabin dapat meminta bantuan dokter atau tenaga kesehatan yang kebetulan menjadi penumpang. Maskapai juga dapat berkoordinasi dengan layanan medis di darat untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan mengalihkan penerbangan ke bandara lain.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) merekomendasikan maskapai memiliki prosedur tertulis untuk menangani keadaan darurat medis. Prosedur tersebut mencakup mekanisme meminta bantuan tenaga medis di antara penumpang serta langkah untuk memastikan kualifikasi profesional mereka.

Meski demikian, pencantuman gelar “Dr” bukan aturan universal di seluruh maskapai. Sistem reservasi dan format titel dapat berbeda antara satu maskapai dan lainnya.

Contohnya, All Nippon Airways (ANA) memiliki program Doctor on Board. Dokter berlisensi di Jepang dapat mendaftarkan diri terlebih dahulu. Jika terjadi kondisi medis yang membutuhkan bantuan, awak kabin dapat melihat daftar dokter yang terdaftar dan meminta bantuan secara langsung.

Artinya, identifikasi tenaga medis di dalam pesawat memang menjadi bagian dari sistem penanganan keadaan darurat pada sejumlah maskapai, tetapi mekanismenya tidak selalu berupa tulisan “Dr” pada tiket.

Keadaan darurat medis dapat muncul kapan saja selama penerbangan. Mulai dari pingsan hingga kondisi yang membutuhkan penanganan lebih serius.

Sebuah kajian dalam Cleveland Clinic Journal of Medicine mencatat penelitian yang memperkirakan keadaan darurat medis terjadi sekitar satu dari 604 penerbangan. Pesawat komersial juga dilengkapi sejumlah peralatan medis untuk menghadapi kondisi tertentu.

Kehadiran dokter di antara penumpang dapat membantu memberikan penilaian awal dan pertolongan sesuai kompetensi. Namun, tindakan tetap harus menyesuaikan kondisi pasien, kemampuan dokter, serta keterbatasan fasilitas medis di pesawat.

Gelar “Dr” pada data penerbangan juga tidak berarti dokter tersebut otomatis bertanggung jawab atas seluruh kondisi medis selama perjalanan.

Jika terjadi keadaan darurat, awak kabin dapat meminta bantuan tenaga medis yang berada di pesawat. Dokter kemudian dapat memutuskan sejauh mana ia mampu membantu berdasarkan kondisi pasien, kompetensi profesional, dan peralatan yang tersedia.

Di sejumlah maskapai, identifikasi tenaga medis bahkan dilakukan melalui registrasi khusus. Sementara untuk penumpang dengan kondisi medis tertentu, maskapai seperti Garuda Indonesia memiliki prosedur tersendiri, termasuk penggunaan Medical Information Form (MEDIF) untuk kondisi yang membutuhkan persetujuan medis sebelum penerbangan.

Jadi, ketika tulisan “Dr” muncul sebelum nama penumpang, itu bisa lebih dari sekadar titel. Pada sistem tertentu, informasi tersebut menjadi petunjuk bagi awak kabin untuk menemukan tenaga medis dengan cepat ketika keadaan darurat terjadi di udara.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *