Lakeybanget.com – Yaya Toure menorehkan sejarah baru di Liga Champions. Mantan bintang Barcelona dan Manchester City itu menjadi pelatih asal Afrika pertama yang memimpin tim pada fase utama kompetisi elite Eropa.
Catatan bersejarah tersebut tercipta saat Toure membawa Slovan Bratislava menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) pada matchday pertama fase liga Liga Champions 2026/2027 di Stadion Parc des Princes, Paris, Kamis (10/9/2026) WIB.
Namun, malam bersejarah itu berakhir pahit. Slovan Bratislava dihancurkan PSG dengan skor 1-6. Suleiman Camara menjadi satu-satunya pencetak gol Bratislava, sementara PSG tampil dominan sepanjang pertandingan.
Meski gagal membawa timnya meraih hasil positif, pencapaian Toure tetap menjadi tonggak penting bagi sepak bola Afrika. Sebelumnya, banyak pemain Afrika telah tampil di Liga Champions dan meraih prestasi, tetapi belum ada pelatih asal benua tersebut yang memimpin tim sebagai pelatih kepala di fase utama.
Toure sebenarnya tiba di Paris dengan kepercayaan diri tinggi. Bratislava tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan sebelum menghadapi PSG. Rekor tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan tim sejak Toure dipercaya menangani klub Slovakia itu.
Pengalaman Toure di Liga Champions juga bukan hal baru. Saat masih menjadi pemain, ia merasakan atmosfer kompetisi tersebut bersama Barcelona dan Manchester City.
Namun, pengalaman itu tak cukup untuk membendung kualitas PSG. Tuan rumah menguasai pertandingan dan mencetak enam gol, sementara Bratislava hanya mampu memberikan satu balasan.
Toure mengakui perbedaan kualitas kedua tim terlihat jelas. Meski demikian, ia tetap memuji perjuangan para pemainnya yang bertahan di tengah tekanan PSG.
“Paris memiliki tim terbaik di dunia. Para pemain saya telah berusaha dan melakukan semua yang mereka bisa, tetapi itu sangat sulit,” kata Toure, seperti dilansir Slovak Spectator.
Ia menilai Bratislava tetap mampu menunjukkan permainan yang baik meski harus menelan kekalahan besar.
“Tim kami bermain sangat baik. Kami bisa kecewa karena kebobolan tiga atau empat gol, tetapi apa yang bisa kami lakukan melawan tim seperti PSG?” ujarnya.
Kekalahan telak tersebut membuat Slovan Bratislava mengawali fase liga tanpa poin. Sebaliknya, PSG langsung mengamankan tiga poin dan memuncaki klasemen sementara setelah menang 6-1.
Bagi Toure, hasil tersebut tentu mengecewakan. Namun, pertandingan di Paris tetap menjadi malam penting dalam kariernya.
Terlepas dari skor di papan pertandingan, Toure telah mencatatkan namanya dalam sejarah Liga Champions sekaligus membuka pintu bagi generasi pelatih Afrika berikutnya untuk menembus panggung terbesar sepak bola klub Eropa.
