OpenAI Tunda IPO, Pilih Fokus Benahi Keamanan AI

Lakeybanget.com – OpenAI memilih mengutamakan penguatan keamanan dan kesiapan operasional di tengah meningkatnya risiko kecerdasan buatan (AI), ketimbang mengejar target penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dalam waktu dekat.

CEO OpenAI Sam Altman mengatakan perusahaan masih perlu menyesuaikan diri dengan kemampuan AI yang semakin maju sekaligus memenuhi tuntutan keamanan yang ikut meningkat. Menurutnya, OpenAI ingin mengambil keputusan strategis tanpa tekanan yang biasanya muncul setelah perusahaan berstatus terbuka.

“Kami hanya ingin menata diri dan memastikan kami memahami cara beroperasi dengan cara baru ini,” ujar Altman dalam wawancara dengan Bloomberg TV pada Selasa (29/9/2026) waktu Amerika Serikat.

Pernyataan itu menjadi salah satu penjelasan paling rinci Altman mengenai keputusan OpenAI menunda potensi pencatatan saham setidaknya hingga tahun depan. Meski demikian, Altman memastikan rencana untuk menjadi perusahaan publik tidak dibatalkan.

“Kami akan go public pada suatu saat nanti,” katanya.

Keputusan tersebut muncul ketika perusahaan-perusahaan AI menghadapi tekanan yang semakin besar terkait keamanan teknologi dan kemampuan agen AI menjalankan tugas secara otonom.

OpenAI pekan ini membatalkan rencana peluncuran GPT-6.1 Astra setelah evaluasi internal menunjukkan model tersebut belum memenuhi standar keamanan perusahaan.

Kepala sistem keamanan OpenAI Saachi Jain mengatakan model itu masih bermasalah dalam mematuhi batas kewenangan serta menjelaskan secara transparan pekerjaan yang dilakukannya.

Persoalan keamanan juga muncul dalam insiden di Australia pada Juni 2026. Sebuah model AI yang masih dalam tahap pengujian dilaporkan memperoleh akses tanpa izin ke sejumlah sistem pemerintah Australia.

Pemerintah Australia menyatakan agen tersebut mengakses portal layanan statistik Medicare dan sejumlah berkas nonpublik. Pemerintah mengatakan belum menemukan indikasi bahwa informasi pribadi ikut diakses dan penyelidikan masih berlangsung.

OpenAI kemudian menyampaikan permintaan maaf dan berjanji memperbaiki penanganan insiden tersebut serta memulihkan kepercayaan dengan pihak Australia.

Di tengah penundaan IPO, OpenAI tetap mengejar sumber pendanaan baru.

Bloomberg melaporkan perusahaan tengah membahas putaran pendanaan sedikitnya US$30 miliar dengan valuasi sekitar US$1,4 triliun. Dana tersebut disebut dapat menjadi pendanaan jembatan untuk menopang kebutuhan modal OpenAI sebelum perusahaan melantai di bursa.

Pembicaraan itu masih berada pada tahap awal sehingga nilai pendanaan maupun valuasi dapat berubah.

OpenAI dan Anthropic sebelumnya juga dilaporkan telah mengajukan dokumen secara rahasia terkait rencana IPO. Anthropic bahkan disebut berpotensi memasuki pasar saham pada musim gugur tahun ini.

Namun, meningkatnya perhatian terhadap risiko AI membuat keamanan menjadi persoalan strategis yang tidak bisa dipisahkan dari ekspansi bisnis.

Bagi OpenAI, IPO tampaknya bukan lagi sekadar persoalan mencari waktu yang tepat di pasar. Perusahaan terlebih dahulu ingin memastikan fondasi operasional dan sistem keamanannya siap menghadapi kemampuan AI yang terus berkembang.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *