Pajak Inggris Bikin Arsenal Sulit Kejar Alvarez

Lakeybanget.com – Arsenal mendapat ganjalan serius dalam upaya memboyong Julian Alvarez dari Atletico Madrid. Bukan hanya harga transfer yang selangit, aturan pajak dan konsekuensi finansial di Inggris ikut membuat kepindahan penyerang Argentina itu ke Emirates Stadium semakin sulit.

Masa depan Alvarez kembali menjadi sorotan menjelang penutupan bursa transfer musim panas 2026. Setelah sebelumnya bersikeras mempertahankan sang striker, Atletico kini disebut mulai membuka pintu keluar setelah hubungan Alvarez dengan suporter memburuk.

Sinyal paling jelas muncul saat Atletico menghadapi Villarreal, Minggu (23/8/2026). Alvarez mendapat penolakan dan cemoohan dari sebagian fan setelah rumor kepindahannya ke Barcelona mencuat. Berbeda dengan rekan-rekannya, pemain 26 tahun itu juga meninggalkan Stadion Metropolitano tanpa menyapa pendukung.

Situasi tersebut membuat masa depan Alvarez di Madrid kian tak pasti. Atletico perlu segera mencari solusi agar saga transfer tidak mengganggu ruang ganti Diego Simeone.

Barcelona sebenarnya menjadi tujuan yang diinginkan Alvarez. Namun, Atletico menutup rapat pintu transfer ke rival langsungnya di La Liga. Karena itu, Arsenal menjadi salah satu opsi paling realistis bagi Alvarez jika ingin meninggalkan Madrid musim panas ini.

Masalahnya, Arsenal harus mengeluarkan dana sangat besar. The Gunners sudah menghabiskan sekitar 227 juta euro untuk empat pemain baru. Bruno Guimaraes menjadi pembelian termahal dengan nilai 87,5 juta euro, diikuti Ezri Konsa 59,6 juta euro, serta Hiero Pincapie dan Christos Tzolis yang masing-masing dibanderol 40 juta euro.

Jika Atletico mematok Alvarez di angka 150 juta euro, Arsenal harus berpikir berkali-kali sebelum kembali membuka brankas. Menurut Diario AS, persoalannya bukan semata harga pemain, tetapi juga konsekuensi pajak ketika klub Inggris membeli pemain dari luar negeri.

Transfer domestik di Inggris memiliki perlakuan pajak yang relatif lebih menguntungkan. Pajak pertambahan nilai sebesar 20 persen dalam transaksi antarklub Inggris dapat diklaim kembali oleh klub yang memenuhi ketentuan.

Skema berbeda muncul ketika Arsenal mendatangkan pemain dari luar Inggris. Transfer Alvarez dari Atletico berpotensi menimbulkan beban pajak dan persoalan akuntansi yang lebih kompleks.

Klub-klub Premier League juga dapat memanfaatkan amortisasi nilai transfer untuk mengurangi beban Pajak Penghasilan Badan (Corporation Tax) secara bertahap. Transaksi domestik turut memberikan kemudahan tertentu dalam pencatatan serta insentif pajak ketika keuntungan dari penjualan pemain diinvestasikan kembali.

Kondisi tersebut menjelaskan mengapa klub-klub Inggris relatif berani mengeluarkan dana besar untuk pemain yang sudah berkompetisi di Premier League. Sebaliknya, mendatangkan Alvarez dari Spanyol dengan nilai sekitar 150 juta euro akan menjadi investasi raksasa sekaligus memiliki risiko finansial dan pajak yang jauh lebih besar.

Bagi Arsenal, biaya transfer hanyalah satu bagian dari persoalan. Struktur pajak dan pencatatan finansial membuat total biaya mendatangkan Alvarez berpotensi jauh lebih berat dibandingkan merekrut pemain dari klub Inggris.

Rekor pembelian Arsenal dari luar Premier League saat ini juga masih berada jauh di bawah angka tersebut. Martin Zubimendi menjadi pembelian termahal The Gunners dari klub luar Inggris setelah didatangkan dari Real Sociedad dengan nilai sekitar 70 juta euro.

Dengan harga Alvarez yang berpotensi lebih dari dua kali lipat, ditambah konsekuensi pajak lintas negara, transfer “Si Laba-Laba” ke London Utara menjadi misi yang sangat berat sebelum bursa transfer musim panas 2026 ditutup.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *