Lakeybanget.com – Pemerintah resmi mengumumkan transformasi besar-besaran Stasiun Gambir menjadi simpul transportasi terintegrasi di Jakarta. Selain tetap melayani perjalanan kereta api jarak jauh, stasiun ikonik tersebut akan kembali menjadi pemberhentian Kereta Rel Listrik (KRL) setelah lebih dari satu dekade.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, revitalisasi Stasiun Gambir merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mempercantik kawasan stasiun sekaligus meningkatkan konektivitas antarmoda transportasi.
“Nanti Stasiun Gambir yang selama ini melayani kereta jarak jauh akan dikombinasikan dengan layanan KRL,” ujar Dudy dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Melalui proyek beautifikasi yang dipimpin PT Kereta Api Indonesia (KAI), Stasiun Gambir akan tampil dengan wajah baru yang lebih modern dan representatif sebagai etalase perkeretaapian nasional.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono mengungkapkan, PT KAI saat ini tengah memfinalisasi desain revitalisasi. Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam dua tahun, sementara layanan KRL direncanakan mulai beroperasi pada 2028.
Kehadiran layanan KRL di Stasiun Gambir diharapkan mempermudah penumpang kereta api jarak jauh untuk melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi komuter tanpa harus berpindah ke stasiun lain, seperti Manggarai atau Gondangdia.
“Gambir itu untuk memberikan bagaimana kita melayani masyarakat dengan konektivitas. Jadi KRL berhenti, kemudian juga bisa dilayani oleh kereta jarak jauh,” kata Dudy.
Untuk mendukung operasional kereta jarak jauh dan KRL secara bersamaan, pemerintah akan menambah jalur rel di Stasiun Gambir. Meski demikian, jumlah perjalanan KRL yang akan dilayani masih dalam tahap kajian.
Dudy menegaskan, pengoperasian KRL di Gambir tidak akan mengurangi peran Stasiun Manggarai sebagai hub utama jaringan perkeretaapian. Menurutnya, kedua stasiun akan memiliki fungsi yang saling melengkapi.
“Manggarai tetap. Gambir itu untuk memberikan bagaimana kita melayani masyarakat. Gambir nantinya melayani perjalanan jarak jauh dan jarak dekat,” tegasnya.
Ke depan, Stasiun Gambir juga akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lain, termasuk LRT serta Kereta Cepat Whoosh melalui kawasan Cawang, sehingga diharapkan mampu menghadirkan sistem transportasi yang lebih efisien bagi masyarakat.
Menariknya, proyek beautifikasi Stasiun Gambir sepenuhnya dibiayai oleh PT KAI tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk menyerahkan pengelolaan aset stasiun kepada operator.
Dengan transformasi tersebut, Stasiun Gambir diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan kereta api, tetapi juga berkembang sebagai pusat aktivitas perkotaan yang modern, terintegrasi, dan menjadi ikon baru transportasi nasional.
