4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan, Komdigi Sebut Implementasi PP Tunas Mulai Berjalan

Lakeybanget.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengungkapkan sebanyak 4,7 juta akun milik anak berusia di bawah 16 tahun telah dinonaktifkan oleh platform digital sebagai bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Tunas. Langkah tersebut dinilai menjadi indikator awal bahwa platform digital mulai menjalankan kewajibannya dalam memberikan perlindungan bagi anak di ruang digital.

Meutya menjelaskan, TikTok menjadi platform dengan jumlah penonaktifan akun terbesar, yakni mencapai 4,1 juta akun hingga Juni 2026. Sementara itu, YouTube melaporkan telah menonaktifkan sekitar 600 ribu akun pada Mei 2026.

“Kita ingin platform lain untuk mengikuti,” ujar Meutya dalam keterangan resminya, Kamis (25/6).

Selain penonaktifan akun, pemerintah juga mencatat sekitar 200 platform digital telah menyampaikan self assessment atau penilaian mandiri terkait implementasi PP Tunas. Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Digital tengah mengevaluasi profil risiko masing-masing platform untuk memastikan tingkat perlindungan yang diberikan kepada anak di ruang digital.

Menurut Meutya, penerapan pendekatan berbasis risiko (risk-based approach) bertujuan mendorong setiap platform menghadirkan layanan yang lebih ramah anak, bukan sekadar membatasi akses pengguna di bawah umur.

“Kita tidak hanya menunda akses anak saja, tapi kita juga ingin ada perubahan perilaku dari platform. Jadi kita membuat aturannya itu berdasarkan risiko atau risk based,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses evaluasi terhadap laporan self assessment masih berlangsung. Setelah seluruh penilaian selesai, pemerintah akan mengumumkan profil risiko masing-masing platform kepada publik.

“Saat ini kami tengah memeriksa berkas dari seluruh platform yang sudah masuk untuk menilai apakah platform tersebut memiliki risiko tinggi atau tidak,” katanya.

Meutya menegaskan, keberhasilan implementasi PP Tunas tidak hanya bergantung pada regulasi pemerintah. Dukungan masyarakat, peran orang tua, serta komitmen platform digital juga menjadi faktor penting dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *